Showing posts with label converse. Show all posts
Showing posts with label converse. Show all posts

Thursday, 7 February 2019

Converse All Star, Chucks 70s, dan Chucks II : Apa Aja Sih Bedanya?

Converse All Star, Chucks 70s, dan Chucks II : Apa Aja Sih Bedanya?


Sepatu Converse dari dulu sampe sekarang jadi ikon fashion yang awet pamornya. Setelan apapun bisa dipadupadankan sama sepatu keluaran produsen Amerika Serikat ini. Seiring berjalannya waktu, mode berubah dan Converse juga berbenah untuk terus ngasih tampilan yang menarik buat para penggemarnya. 
 
Dari varian sepatunya yang paling laris, Chucks All Star, ada dua varian lagi yang berkonsep sama dengan itu (Chucks 70s dan Chucks II). 

Apa aja sih perbedaan sepatu Converse All Star, Chucks 70s, sama Chucks 2? Nih gua kasih tau.


Chucks All Star itu yang paling populer, yang paling mendasar juga yang paling sering dibajak bentuknya. Chucks 70s pertama kali dirilis taun 2013. Desainnya ngikutin Chucks All Star jadul era 1970an. Kalo Chucks 2 itu model yang paling baru dari ketiganya, dirilis taun 2015 yang katanya model Chucks yang lebih modern. Sayangnya, Chucks 2 udah berhenti diproduksi sejak 2016 karena nggak laku. Selanjutnya kita bahas apa aja perbedaan utamanya...

1. Ciri-ciri Fisik 

Chucks all star (atas), Chucks 70s (tengah), Chucks 2 (bawah)




Cukup jelas perbedaan Chucks All Star, Chucks 70s, sama Chucks 2. Lapisan sol Chucks 70s lebih tebal dan warnanya lebih mengkilap, juga lebih berat dibanding Chucks biasa. Buat Chucks 2, garis di pinggir sepatu biasanya nggak berwarna item, begitu juga dengan garis di bagian depannya.

Chucks 2
Perbedaan lain Chucks 2 dari model lainnya yaitu sepatu ini pake banyak busa di bagian dinding, lidah sepatu sama lapisan Lunarlon khas Nike. Semua perubahan ini untuk kenyamanan saat jalan-jalan dan ngurangin rasa pegel-pegel kalo berlama-lama pake sepatu.

2. Sol Dalam

sol dalam Chucks
sol dalam Chucks 70s
sol dalam Chucks 2 (pake Lunarlon)

3. Cap di Lidah

cap Chucks All Star
cap Chucks 70s
cap Chucks 2

4. Heel Patch

heel patch Chucks (keluaran 2017-)
heel patch Chucks 70s
Nggak ada perbedaan yg jauh antara heel patch Chucks 2 sama Chucks All Star, yang ngebedain cuma font nya aja itupun karena Converse punya logo baru sejak 2017. Bisa klik di sini biar lebih jelas soal logo barunya.

Sumber :

https://dappered.com/2015/08/in-review-the-converse-chuck-taylor-all-star-ii/ https://www.mystarcleaner.com/blog/chuck-ii-vs-the-old-chuck-taylor https://www.highsnobiety.com/2015/07/29/converse-chuck-taylor-2/  

https://solecollector.com/news/2015/08/converse-chuck-2-comparison

Saturday, 12 January 2019

 Cara Membedakan Sepatu Converse All Star Asli Sama Palsu (Bagian 2)

Cara Membedakan Sepatu Converse All Star Asli Sama Palsu (Bagian 2)

Dulu, gua pernah bagi informasi tentang perbedaan Chucks yang asli dan yang palsu. Lumayan juga tulisan gua dapet sambutan yang hangat dari mereka yang butuh informasi atau kejelasan tentang sepatu yang mereka beli. Terima kasih ya udah jadiin artikel gua acuan dan terima kasih kembali juga buat yang udah nanya nanya ke gua selama ini.

Waktu terus berjalan dan para produsen sepatu terus berinovasi biar dagangan mereka tambah disukai publik. Converse juga bawa perubahan yang agak signifikan terhadap model sepatu mereka yang paling laris, Chuck Taylor All Star (CTAS). Gua di sini bakal jelasin beberapa cara baru membedakan Converse KW atau palsu dengan yang asli.

1.  Logo

Pada tahun 2017, Converse memperbarui logo buat produk-produknya, Langkah ini katanya sebagai upaya maju ke depan dan menghadapi tantangan di era yang baru, tapi tetep pertahanin sebagian unsur-unsur yang udah lama ada.

logo Converse baru sejak 2017
logo sebelumnya

Bisa kita liat dari jenis font yang berbeda. Nggak ada lagi bintang di huruf O-nya. Jangan kaget atau pangling liat logo yang mungkin belum begitu familiar buat sebagian dari kalian. Logo yang baru ini juga memudahkan kita bedain barang asli sama palsu, karena mungkin yang palsu masih pake logo lama sedangkan itu udah dipensiunkan.


NB: Converse stok lama (yang masih dijual di gerai resminya) yang dibuat sebelum pertengahan 2017 masih pake font yang lama kayak foto di atas.

2. Heel Patch

Karena logo baru udah dipake, perubahan juga ngerembet ke detil-detil sepatu yang lain, termasuk heel patch.

logo dari ca. 2012 sampe 2017

Model terbaru. Font-nya udah beda, kan?

untuk Chucks 70s nggak ada perubahan


Biarpun di bagian tumit udah berubah, logo di lidah sepatu masih sama kayak model sebelumnya (atau mungkin juga yang gua pegang di tokonya ini stok lama). Kalo Converse yang KW mungkin masih pake logo lama sedangkan yang jual bilang barangnya masih baru.

Penting diingat juga kalo ada All Star yang cantumin tulisan Made in USA di bawah tulisan ALL STAR-nya, pasti sepatu itu dibuat sebelum 2003 kayak waktu pertama gua tulis di entri sebelumnya. Di taun itu pabrik Converse Amerika tutup dan produksi semua sepatu Converse dibagi ke banyak negara kayak Indonesia, India, Vietnam, dan Tiongkok.
  
3. Lubang Tali (eyelets)

Jumlah lubang tali sepatu Converse beda-beda tiap ukurannya. Untuk sepatu pria (varian low-top) dari ukuran 3 (UK/US) atau 35 sampe 8 (41,5) ada 6 lubang. Ukuran 8 (UK/US) atau 41,5 ke atas sepatunya berlubang tali 7. Untuk Chucks High Top, jumlah eyelets-nya 7 dari ukuran 3 (UK/US) atau 35 sampe 8 (41,5), dan 8 eyelets untuk ukuran 8 (41,5) dan seterusnya. 

Beda lagi dengan yang buat perempuan. Chucks Low-top ukuran 5 (US, EUR 35) sampe 10 (EUR 41,5) punya 6 lubang, dan 10,5 (EUR 42) ke atas ada 7 lubang tali. Varian High Top nya ada 7 eyelets dari 35-41,5 (5-10), dan 8 eyelets (42+) atau 10,5+.

4. Harga

Dulu gua pernah sebut CTAS low-top bisa dibanderol Rp. 400,000, tapi karena inflasi dan hal lainnya bikin harga CTAS dari Converse pusatnya berubah. Terakhir gua liat (Januari 2019)  harga CTAS low-top dimulai dari Rp. 600,000 dan yang versi high-top dari Rp. 650,000. Perbedaan harga bisa berdasarkan dari warna, material sama modelnya. 

Untuk Converse 70s, sepatu ini bahannya lebih keras dan lebih kuat ditambah lagi desainnya yang tempo dulu jadi sebab lebih mahal daripada CTAS biasa. Varian 70s low-top paling murahnya bisa ditebus uang Rp. 760,000, dan yang high-top Rp. 800,000. Batas atasnya bahkan lebih tinggi lagi, ada varian 70s yang sampe angka Rp. 2,000,000 (Chuck All Star II Boot).

Harga memang bisa berbeda sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan, coba buka situs resmi Converse dan liat langsung harganya. Ngga perlu jauh jauh ke mal atau toko sepatu buat cek harga kan, semua udah ada di ujung jari.

Memang di tulisan ini cuma "tambahan informasi" yang gua sajiin, tapi tetap masukan dan komentar dari kalian yang lebih tau bakal ngebantu kita lebih baik lagi dalam dapetin informasi tentang CTAS. Ditunggu ya saran dan komentarnya....

Sumber :

Friday, 11 January 2019

Cerita Tentang Converse Star Player...

Cerita Tentang Converse Star Player...

Dalam pergaulan masyarakat ketika ada pertanyaan "sebutkan salah satu model sepatu Converse", orang pasti bakal jawab All Star, Chuck Taylor, atau Chucks. Bagi mereka yang maniak sneaker mungkin punya jawaban lain; Weapon, Jack Purcell, dan sebagainya. Ngga banyak yang bawa nama Converse Star Player Ox ke dalam jawaban itu, mungkin karena orang tau bentuknya tapi kurang familiar sama namanya. Taunya cuma sepatu yang ada bintang sama anak panah yang warnanya samaan.

Pertama kali gua pake dan punya Converse Star Player, bensin Premium harganya masih Rp. 6,500 dan gua masih jadi mahasiswa. Diskon besar-besaran di akhir bulan Ramadhan yang sangat menggiurkan mempertemukan gua dengan sepasang Star Player OX. Warna hitamnya menyamarkan anak panah dan bintang yang jadi ciri khas produsen sepatu Amerika Serikat ini, dan garis biru tipis terlihat menyegarkan dan kalem bersatu dengan bagian karet sepatu yang putih bersih. 


Karena gua beli lagi sepatu lain yang ngga usah disebut namanya dalam tulisan ini, Star Player biru jadi jarang keluar rumah untuk sekedar gua pake jalan-jalan atau kuliah. Sampai 4 bulan dari hari pembelian, sepatu itu baru kena sedikit debu dan cipratan air yang mengering. Mungkin saatnya buat gua melepas sepatu yang suasananya kalem ini, yang bakal lebih sering dipake pemilik barunya daripada cuma huni kardus di dalam kamar gua.

Setahun Kemudian...

Lagi-lagi diskon dengan harga yang menarik jadi latar belakang niat gua untuk beli sepatu baru. Dana segar yang gua punya dikucurkan lagi untuk sepasang Converse Star Player lain dengan warna yang berbeda. Sepatu itu dibanderol Rp. 300,000, atau 1/3 dari harga semulanya.

Warna dasar hitam masih mendominasi Star Player kedua gua, namun warna abu ikut menghias bagian tumit bawah serta lidah sepatu, dan aksen merah di bagian dalam sepatu juga di tumit atas.

tempat yang sama, sepatu yang baru

Sebenernya tali bawaan sepatu ini warna abu, tapi karena gua kurang suka padu padan warnanya, diganti dengan warna merah yang lebih menyatu dengan sol dan lambang panah dan bintangnya. Satu hal lagi yang lebih nyuri perhatian gua adalah sepatu ini bahannya kini kulit, yang belum pernah gua punya sebelumnya. Awalnya, gua sempet mikir "Kok harus ya beli lagi sepatu yang sama dengan yang dulu? Apa nggak ada model lain?" Model lain memang ada, tapi modal berlebih yang nggak ada, hehe.

Cari Star Player dengan kualitas orisinal nggak terlalu susah, selama stok masih ada di gerai resmi yang jualin Converse. Dari sisi yang gelap (bajakan, maksudnya) model ini agak jarang ditiru karena popularitasnya kalah dari All Star dan merek sepatu lain yang lebih disukai masyarakat. Kalo kalian udah baca dan tau cara ngebedain Converse asli sama palsu, nggak sulit adaptasiin caranya ke Star Player. Menurut gua sih, lebih gampang tau cara bedakan Converse Star Player asli dan palsu daripada cara yang sama dengan model Chuck Taylor.

tanda pengenalnya, hehe

Di akhir tahun gua kuliah, Star Player merah hampir setiap hari dipake, dan dijeda beberapa kali untuk sepatu lain yang gua punya. Untuk soal kenyamanan saat berjalan, emang Star Player bukan tandingan Chucks yang pake lebih sedikit busa dan lebih banyak kanvas.

gua bersama Star Player merah di kampus orang lain


Seiring berjalannya waktu, hujan, panas, medan berbatu, mulus, berlubang, jalan setapak tanah dan lain-lain menguji daya tahan Star Player Merah. Sepatu ini bergeming meskipun di tahun kedua gua pake, sol di bagian tumit udah ngga rata lagi, dan lubang-lubang kecil mulai bermunculan. Saking besarnya distribusi berat di bagian tumit, garis hitam di bagian sol juga ikut terkikis. Tulisan "Converse" di dalam udah ngga keliatan, tapi label di lidah sepatu masih ada. Alur-alur sol juga udah makin botak yang mengharuskan gua hati-hati jalan di permukaan yang licin. Bisa-bisa bukan cuma suara decitan sol menggaruk lantai yang keluar, tapi suara orang kepleset.

bakal lebih sering berjemur kayak gini di musim hujan

Tahun 2019 ini menandai 4 taun sudah gua pake Converse Star Player Merah. Sepatu ini udah nunjukkin kualitasnya yang baik. Dulu pas masih sekolah, gua selalu ganti sepatu pertahunnya, tapi Star Player Merah belum harus diganti dengan yang baru. Ketahanan, kenyamanan, juga desain klasiknya yang ikonik sepadan dengan harga yang dibayar.

Friday, 25 September 2015

How to Spot Fake Converse All Star

How to Spot Fake Converse All Star


Okay, let’s get down the topic. I’m gonna explain the ways to spot a fake pair Converse and the real one, in a less boring manner :


For the Indonesian version of this post, please click here:

1. Price


Let’s say I’m gonna buy a pair of Converse All Star but I don't know how much the price is. A pair of All Star (Classic) cost $50 (low-top) and $55 (high-top) according to Converse.com and the official Converse stores. The new model, the Converse All Star Chuck II, retailed for $70 (low-top) and $75 (hi-top). The John Varvatos edition could be at least $100.

For Indonesian viewers, the price of Converse All Star is Rp. 400,000 (low-top) and Rp. 550,000 at Converse Stores and other shoes vendors such as Sp*rtS**tion, Pl**et Sports, and V****ria Shoes.





The Missoni series





Chucks Warhol edition

Special editions such as Missoni, Warhol, etc could cost more than the basic models. If the price for the classic is half a million rupiahs, these models are 750,000 to 1,2 million rupiahs. As for the Chuck II, you can get a pair of those for a million rupiahs. As for John Varvatos edition, the lowest price could be around 1,300,000 to 1,500,000 depending on the variants.






The Converse All Star John Varvatos
If someone offers you a pair of Chucks somewhere way below the price, be cautious. Study the price first, don’t get attracted by the suspicious much lower price. For Indonesian viewers, a gap of Rp. 50,000-100,000 is quite reasonable price since stores set price higher for rent and employees. Be aware of the product if you’re being offered half-price or more from someone (not from stores) as the shoes might not be what you want to buy.



The 70s Chucks

As we know, the 70s Chucks are more expensive than the Classic ones. A pair of low-top 70s Chucks retailed 750,000 rupiahs, and a high-top pair will be yours for 800,000 rupiahs.


2. Check the box.









2 boxes containing white hi-top and black hi-top

The real pair of Chucks come in a proper box and in a good shape. The box should contain the shoes, official tag and the shoes paper. If some are not included or the box isn’t properly built, you might need to stop. Inspect the box, make sure the shoes and the picture of them on the label on the box are the same.





the original tag until 2012


The tag itself is now used on the non-original pairs, though. But if we take a closer look, there must be differences in the colours, font, and the paper material.


3. Inspect the shoes.

Now it's time to take your Chucks, read the explainations below and study it.


A. The original pair are quite heavy when dropped to the floor. They are made of high quality materials and you can be sure of the quality. The pair are also durable. The non-original or the fake ones are easily worn-out, frail, and not durable due to poor quality of the materials.

B. The rubber tip is slippery when rubbed, unlike the rough and stiff surface of the fake Chucks. The original Chucks are flexible and elastic, and the fake ones are rigid. Moreover, the outer sole would look like as it’s peeling off when you bend the shoe. Me myself have a bad experience with this.

C. The racing stripes on the rubber will not fade after being worn. On the fake shoes, it will fade as some of them are just painted.

D. The original All Stars have dark blue emblem and well-built. The emblem, star, “Converse” font and the Chuck Taylor signature match the ones shown in the catalogue, or the official website. The fake ones are contradictive, the font, star, colour are not the same, and not properly stitched. If the logo or the “All Star” look different, they’re obviously fake.







note the heel stitching is black, since fake ones usually in white


E. Check out the colour and the stitches. Solid, firm, and tidy stitches are found on the original Chucks. The fake ones are frail, and stitches randomly done and not arranged well. The colour of the canvas would easily fade. To know the official colours of Chucks, please consult Converse.com, check what colours are there. If it’s not the special edition but the colour is different from the official colours or in the catalogue, it’s fake.


F. Production code : Converses made in Indonesia have 4 codes (6x for the shoes made in Tangerang city, 6c from Purwakarta, 6k from Bogor and 6y from the factory in Sukabumi). Vietnamese-built Converses have the 9Z, 9C, 9D, or 9D. 7B, 7E, and 7D are codes of the Converse imported from China. There's also shoes that were manufactured in India, which can be identified from its code number (2). Check the sizing too, see if it suits us.

That would be all that I could tell you about how to spot a fake Converse. Everthing based on my experience and my friends' too. If you have more info or feedback, please comment here adn inform me for corrections. I’ll be glad to receive corrections and suggestions.


sources :

http://akb-shoe.blogspot.co.id/2014/07/converse-all-star.html


http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013719893/converse-original--kawe/57

herdiamans12.blogspot.com, endingcampo.wordpress.com,

flutterandsparkle.com,

gumtree.com

instyle.com

streething.com

Sunday, 23 November 2014

Cara Membedakan Sepatu Converse All Star Asli Sama Palsu

Cara Membedakan Sepatu Converse All Star Asli Sama Palsu

Langsung aja ya Batheki mau kasih tau cara-cara ngebedain sepatu Converse asli & palsu/KW, tentunya dgn cara Batheki yg santay bangets dan menarik:

Intro : Banyak di antara kita belum tau apa sih sepatu Converse. Ada yg nanya Converse bedanya apa sama All-Star, atau apa lagi bedanya sama Chuck Taylor. 

Begini, Converse adalah merk sepatu yang berasal dari Amerika Serikat. Produk unggulannya tak lain dan tak bukan adalah Chuck Taylor All Star. Di Amrik sana sebutan akrabnya adalah Chucks. Itu lho sepatu item putih yg sering dipake anak sekolahan dan atlit basket jaman dulu. Orang yang tumbuh dewasa era 1980-90an mungkin nyebut sepatu ini warior atau new basket (produk lokal yg desainnya secara fisik agak mirip) karena emang lebih gampang didapetin daripada Converse dulunya. Padahal, Chucks & Warrior jelas beda jauh.
Converse Chuck Taylor All Star

Sekarang tau kan, kalo All Star sama Chucks itu adalah satu nama, barangnya sama. Jangan salah lagi ea.
 
Versi Bahasa Inggris posting ini

Versi terbaru posting ini (2019) 


Jangan Lupa Simak Artikel-artikel Lain Blog ini !!!

Harga Barangnya 
Nah, ceritanya Batheki lagi pengen beli sepatu Sepatu All Star tapi belum tau harganya. Sepatu All Star (Classic) harganya kalo yang asli sekitar 400 ribu buat yg low-top dan 550 ribu buat yang high-top (dengan catatan belinya di toko resmi Converse dan gerai alat olahraga kyk SprotS**tion, sama V****ria Shoes. 
Chucks All Star Putih

Varian yang terbatas kyk Missoni, Andy Warhol harganya sekitar 750-800 ribuan. Untuk seri John Varvatos sampe 1 juta lebih sepasangnya. Kalo ada orang yang nawarin atau beli di suatu tempat tapi bedanya jauh banget, nah harus hati-hati di situ. teliti dulu sebelum beli karena bisa aja nggak asli jangan langsung maen beli aja tanpa cek dulu barangnya.


edisi Missoni yg berkisar dari 759 ribu sampe 1,3 juta
edisi Andy Warhol yg menggiurkan

Chucks All Star John Varvatos Rp 1 juta lebih harganya

Sedangkan buat tipe Chucks 70s seperti kita ketahui lebih mahal dari Chuck biasa. Chucks 70s yang low-top dibanderol seharga 750 ribu, dan kalo yang high-top bisa dibawa pulang dengan uang 800 ribu.


varian Chucks 70s


2. Cek kardusnya. 

Yang asli pasti pake kardus yang bagus, rapi yang isinya kertas kemasan sepatunya, dan tag resminya. Kalo ada yang kurang atau si kardusnya nggak meyakinkan, mungkin aja gak usah dibeli. Coba liat seksama kardusnya, jangan sampe sepatu ama gambar sepatu yang ada di kardusnya beda, itu bisa aja yang paslu.


kardus Converse All Star



Converse All Star Hi-top dengan kardusnya (asli)
tag ini udah gak dipake sejak 2012

Untuk banderolnya sendiri emang udah banyak dipake di sepatu non-orisinil tapi kalo diliat lebih detil bakal ada perbedaan dari segi warna, tulisan, sama bahan kertasnya.

Pengen tau hal-hal unik lainnya? Mampir sini aja sob....

3. Periksa sepatunya. 

Sekarang saatnya ambil Chucks kamu trus liat apa aja perbedaan/kesamaannya.

A. Sepatu yang asli itu kalo dipegang/dijatohin berat, bahannya mantap, oke dan terjamin kualitasnya. Trus awet juga. Kalo yang palsu itu lemes, gampang rusak, gampang (kalo Bahasa Sundanya mah meletek), dan nggak awet karena bahannya nggak bagus. Emang pemakaian tiap orang relatif tapi Converse yang asli lebih awet karen bahannya berkualitas mancapp ... 

B. Trus si bagian ujung sepatunya licin kalo diusap-usap, lain kalo yang palsu yg nggak kerasa licin malahan kasar. Sepatu yang asli itu gampang dilengkungin atau dilipet, nggak kayak yang palsu yang kaku kalo dilipet. Lagian juga bagian karetnya keliatan kayak yang mau lepas. Batheki sendiri pernah ketipu dgn beli sepatu yang dari luar keliatan rapi tapi begitu dipake nggak nyaman. 

C. Garis di bagian karetnya nggak akan pudar/luntur di sepatu yang asli kalo udah dipake. Di sepatu yang bukan asli, garisnya lama kelamaan bakal luntur/ilang setelah dipake trus kena gesekan 

D. All Star yang asli lambang bintangnya warna biru tua yang dibikinnya rapi, nggak blepotan. Entah itu lambang, tulisan ama tandatangan Chuck Taylor-nya. Yang bukan All Star asli biasanya nggak rapi nyetaknya, tulisannya nggak sama kayak yang asli. Kalo logonya atau tulisan ‘All Star’ di bagian tumitnya udah beda dari yang asli, udah makin jelas kalo itu nggak yg sungguhan
yg atas yg asli (ngga dipake lagi sejak 2012)

NB : Ada informasi terbaru soal logo Converse, klik di sini ya

E. Liat jahitan ama warnanya. Jaitan sepatu yang asli itu lurus, rapi, dan kuat. Sepatu yang nggak asli biasanya dijaitnya kurang rapi dan melebar kemana-mana. Trus warnanya cepet luntur. Biar lebih jelas lagi, coba cek situsnya di converse.id liat warna apa aja yang ada di varian All Star. Kalo sekiranya bukan edisi spesial tapi warnanya nggak sama kyk yg di katalog, itu gak asli.
Model sebelum 2012, jahitan tumitnya item, yg kw biasanya putih
4. Kode Sepatu

Beginilah kira-kira kode sepatu Converse yang bisa diliat dari cap di lidah sepatunya. Sebagai catatan, ini isi sepatu pribadi gua, untung baunya nggak menyebar hehehe!



Tulisan yang banyak angka sama huruf di bawah kalimat Fabrique Au Vietnam itu nomor seri sepatunya. Sepatu asli Converse punya kombinasi angka dan huruf yang nggak sama antara yang kiri dan yang kanan. Barcode di sepatu juga bisa dicek lewat HP atau sebagainya biar tau lebih jelas data sepatunya. Sedangkan tulisan 139867C itu nomor SKU Converse nya. 

Awas jangan kebalik:

Yang Asli : nomor SKU kiri & kanan sama, nomor seri kiri & kanan beda

Di luar itu patut diragukan keasliannya.

Untuk Kode produksi, bisa dilihat di ujung sebelah kiri bawah cap atau label. Converse produksi Indonesia kodenya ada 4 (6X buatan pabrik di Tangerang, 6Y buatan pabrik Sukabumi, 6K dari pabrik Bogor, dan 6C dari pabrik di Purwakarta). Converse dari Vietnam punya kode 9A, 9C, 9D, 9H, atau 9Z. Sedangkan 7B, 7K, 7L sama 7D adalah kode produksi dari pabrik Converse di Tiongkok. Ada lagi yang keluaran India yang kodenya berawalan angka 2.

Cek juga ukurannya siapa tau kekecilan/longgar hehehe... sesuaikan sama kaki kita

NB : Terakhir kali Converse buatan Amerika Serikat dibuat adalah taun 2003. Converse lagi krisis waktu itu dan pabriknya yang terakhir di AS harus ditutup. Nike akhirnya akuisisi perusahaan sepatu itu dan sekarang produksinya udah di luar AS (contohnya Tiongkok, Indonesia, Vietnam). 
INTINYA : kalo ada kode yang berlainan, misal buatan Indonesia di tulisannya tapi kodenya bukan berawalan 6, pasti palsu.

Kira-kira segitu yang bisa jelasin di entri ini. Semua data yg dikumpulin berdasarkan pengalaman Batheki bersama temen2. Adapun lokasi beli sama nyari2nya di Bandung, lebih spesifik lagi di beberapa pusat perbelanjaan macem Be-I-Pe, PeVeJe, I-Pe, Ciwok, dan Festival Citylink. Kalo ada yg tau lebih boleh nambahin ya supaya lengkap...

Versi Bahasa Inggris posting ini

Bagian ke-2 Sekuel posting ini

NB : sebelum pamit, mampir dulu dong ke artikel-artikel lain blog ini, ada fakta unik, tips, de-el-el... Makasih eaa hahahaha